Gendang telinga memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar membantu proses pendengaran. Struktur kecil ini berperan penting dalam bagaimana kita menangkap dan merespons suara di sekitar. Lalu apa fungsi gendang telinga yang sesungguhnya?
Membran timpani, atau yang lebih dikenal sebagai gendang telinga, merupakan selaput tipis yang terletak di bagian tengah telinga. Meskipun ukurannya kecil, gendang telinga memiliki fungsi vital dalam mekanisme pendengaran. Namun, ada beberapa kondisi yang bisa mengganggu kinerjanya.
Untuk lebih jelasnya, dalam uraian kali inin akan diberikan beberapa fungsi gendang telinga yang bisa diketahui. Selain itu, juga akan diberikan pula beberapa penyebab gangguan yang ada pada gangguan telinga.
Fungsi Gendang Telinga
Hal pertama yang akan diuraikan yakni terkait dengan apa fungsi dari gendang telinga. Berikut beberapa fungsinya, diantaranya:
1. Mendukung Proses Pendengaran
Sebagai salah satu komponen dalam sistem pendengaran, gendang telinga berperan penting dalam proses mendengar. Organ ini berfungsi menangkap getaran suara dari lingkungan sekitar, kemudian meneruskannya ke tulang pendengaran yang berada di telinga tengah.
Di telinga tengah, getaran suara diperkuat sebelum akhirnya diubah menjadi impuls saraf di telinga bagian dalam. Impuls ini kemudian dikirim ke otak untuk diproses dan diinterpretasikan sebagai bunyi yang dapat didengar serta dikenali.
2. Melindungi Telinga dari Kotoran
Selain berperan dalam pendengaran, gendang telinga juga berfungsi sebagai penghalang yang mencegah kotoran dan bakteri masuk ke telinga tengah hingga bagian dalam. Hal ini membantu menjaga kebersihan serta kesehatan telinga.
Peran ini berkaitan dengan posisi gendang telinga, yang terletak di bagian tengah telinga dan berfungsi sebagai pemisah antara telinga luar dan telinga dalam.
Penyebab Gangguan Gendang Telinga
Jika gendang telinga mengalami pecah, fungsinya dapat terganggu. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri di telinga, keluarnya cairan dari telinga, munculnya bunyi berdenging (tinnitus), serta sensasi pusing berputar (vertigo) yang kerap disertai mual dan muntah. Berikut beberapa penyebab gangguan gendang telinga, diantaranya:
1. Infeksi Telinga Tengah
Otitis media, atau infeksi pada telinga tengah, merupakan salah satu penyebab utama gangguan pada fungsi gendang telinga. Infeksi ini memicu penumpukan cairan di area tengah telinga, yang kemudian menimbulkan tekanan berlebih dan berisiko menyebabkan pecahnya gendang telinga.
2. Perbedaan Tekanan Udara yang Drastis
Barotrauma terjadi akibat perbedaan tekanan udara yang signifikan antara telinga tengah dan lingkungan luar, yang dapat meningkatkan risiko pecahnya gendang telinga. Gangguan pada fungsi gendang telinga ini bisa muncul saat seseorang bepergian dengan pesawat, melakukan penyelaman, atau mendaki gunung.
3. Suara Keras
Terpapar suara dengan intensitas tinggi, seperti ledakan, tembakan, suara mesin, atau musik dengan volume tinggi dalam waktu lama, dapat meningkatkan kemungkinan pecahnya gendang telinga.
Dalam dunia medis, kondisi ini disebut sebagai acoustic trauma. Meskipun demikian, kasus ini tergolong jarang terjadi.
4. Cedera
Cedera kepala yang serius, seperti patah tulang tengkorak, dapat meningkatkan risiko pecahnya gendang telinga dan mengganggu fungsinya. Selain itu, cedera langsung pada gendang telinga juga dapat menyebabkan gangguan fungsi pendengaran.
Tidak hanya akibat cedera, kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud juga berpotensi merusak gendang telinga dan menyebabkan pecahnya.
Itulah beberapa uraian terkait dengan fungsi gendang telinga yang bisa diketahui. Selain itu, dalam uraian ini juga telah diberikan pula penjelasan terkait dengan beberapa penyebab dari munculnya gangguan yang terjadi di gendang telinga.